Halokids.school@gmail.com
085764676672
Jl. Gatot Subroto No.28, Malabar, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40262

About

HALO KIDS MOTORIC SCHOOL

Halo kids berdiri pada 1 Oktober 2021, bersamaan dengan pandemi Covid 19 saat itu tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh masyarakat begitu pun dengan anak-anak. Pendiri halo kids banyak sekali mendengar keresahan orang tua, yang merasa bingung mengajak bermain anak-anak karena anak-anak sudah merasa bosan, selain keresahan tersebut ada juga yang anaknya didiagnosa speech delay, hyperaktif, kurang sosialisasi dengan teman seusianya menjadikan anak pendiam. mendengar keresahan tersebut, beriringan dengan longgarnya peraturan Covid 19, pendiri mencoba membuat aktifitas outdoor dengan mengusung konsep motorik tematik yang berfokus pada melatih tumbuh kembang anak dan terciptalah halo kids motoric school.

Halo kids motoric school tempat belajar dan bermain motorik anak mulai dari usia 2,5 tahun sampai 8 tahun, yang bertujuan untuk melatih motorik kasar, motorik halus, sosialisasi, dan kognitif.

Halo Kids mempunyai beberapa pilihan program yaitu "Program Motorik Tematik" yang dilaksanakan setiap hari sabtu dan minggu. Yang dimaksud dengan motorik tematik disini, program motorik setiap minggunya akan berbeda tema dan tempat karena menyesuaikan dengan tema acara. anak-anak bisa bermain dan belajar secara langsung sesuai tema dan tempatnya. seperti, contoh tema olahraga tenis, anak-anak akan bermain dilapangan tenis langsung menggunakan raket tenis anak, dan belajar dasar olahraga tenis dengan coach profesional.

Halo Kids mempunyai program fokus untuk melatih motorik anak, nama programnya "Kelas Funlatics". Kelas Funlatics dilakuan di satu tempat dan tidak berpindah-pindah seperti motorik tematik. kelas ini bisa menjadi pilihan untuk anak-anak yang membutuhkan latihan motorik kasar, motorik halus, sosialisasi, dan kognitifnya menjadi lebih baik lagi.

Adapun kalas lain yaitu "Kelas Berenang", kelas ini bertujuan untuk melatih berenang anak-anak secara bertahap mulai dari dasar sampai bisa gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Kelas berenang kami, menyesuaikan dengan kemampuan anak bertujuan agar anak tidak taruma saat pertama kali mengikuti latihan berenang.

Belajar dan bermain dengan halo kids motoric school yang mempunyai beberapa program kelas motorik, anak-anak dapat belajar dengan mudah dan berkembang secara alami (sesuai usianya dan secara bertahap) serta anak-anak menjadi tidak mudah bosan.

Program Kelas Halo Kids

  • Kelas Motorik Tematik, contoh tema kegiatannya seperti kegiatan di alam (Outbound, Hiking, Memanen, Kunjungan Pabrik Tahu), Cooking Class, Seni dan Musik, serta Edukasi Profesi (Bandara, TNI AU & AD, Pemadam Kebakaran, Dokter Gigi, Polisi). Kelas ini bisa untuk anak usia 2 tahun sampai 8 tahun.
  • Kelas Funlatics, merupakan perpaduan dari olahraga Athletics and Gymnastics. program ini meliputi gerakan seperti lari, melompat, melempar, menangkap, merangkak, keseimbangan dan kelenturan otot, serta permainan Montessori yang melatih otot kecil. Kelas ini bisa untuk usia 2 sampai 5 tahun.
  • Kelas Berenang, tahapan kelas berenang halo kids. Obeservasi untuk mengetahui kemampuan anak, Latihan berenang dasar nafas dan kepercayaan diri, Latihan Meluncuru, Gerakan Kaki, dan Tangan. Kelas ini bisa untuk anak usia 2 tahun sampai remaja.

Visi

Memfasilitasi anak-anak menjadi anak yang sehat, aktif dan kreatif.

Misi

1.Terciptanya pendidikan yang kreatif

2. Mewujudkan kemampuan motorik kasar dan motorik halus, sosialisasi, serta kemandirian

3.Memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia anak 

4. Mewujudkan pengelolaan pendidikan yang professional

5.Mengembangkan kreatifitas anak dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan sesuai minat dan bakat anak

6. Memberikan kegiatan tematik untuk pembelajaran yang menyenangkan

7. Mengembangkan potensi anak sejak dini

8. Memberikan pengetahuan yang bermutu untuk anak dan orangtua

Kurikulum atau Prinsip Pembelajaran Halo Kids

Prinsip pembelajaran halo kids mengarah kepada prinsip pembelajran Reggio Emilia. Menurut sumber buku “The Hundred Languages of Children": The Reggio Emilia Experience in Transformation” karya Carolyn Edwards, Lella Gandini, dan George Forman, prinsip-prinsip pembelajaran PAUD menurut Reggio Emilia meliputi:

Prinsip-prinsip pembelajaran PAUD

  • Image of the Child (Gambaran Anak): Reggio Emilia percaya bahwa anak-anak memiliki potensi yang besar dan berhak untuk menjadi subyek dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, pendidik harus menghormati dan mendukung anak-anak dalam mengeksplorasi dan mengembangkan potensi mereka.
  • Collaboration (Kolaborasi): Reggio Emilia menekankan pentingnya kolaborasi antara anak-anak, pendidik, dan orang tua dalam proses pembelajaran. Kolaborasi dapat membantu anak-anak membangun hubungan sosial yang positif dan memperluas cakupan pengalaman mereka melalui berbagai perspektif.
  • Environment (Lingkungan): Lingkungan yang menarik, aman, dan menantang sangat penting dalam mendukung pembelajaran anak-anak. Lingkungan harus mendorong anak-anak untuk mengeksplorasi dan mencoba hal-hal baru.
  • Curriculum (Kurikulum): Reggio Emilia tidak memiliki kurikulum yang baku atau standar, tetapi menggunakan pendekatan “proyek” yang didasarkan pada minat dan kebutuhan anak-anak. Proyek ini melibatkan eksplorasi mendalam tentang topik atau masalah tertentu yang menarik bagi anak-anak.
  • Documentation (Dokumentasi): Dokumentasi adalah alat penting untuk merekam dan memvisualisasikan proses pembelajaran anak-anak. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk melihat perkembangan mereka dari waktu ke waktu dan membantu pendidik dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan dan minat anak-anak.
  • Keterlibatan Orang Tua: Reggio Emilia menganggap orang tua sebagai mitra penting dalam pendidikan anak-anak. Orang tua diundang untuk terlibat dalam proses pembelajaran dan untuk berkontribusi pada pengembangan proyek.
  • Kreativitas dan Ekspresi: Reggio Emilia sangat mendukung kreativitas dan ekspresi anak-anak melalui berbagai media, seperti seni, musik, dan gerakan. Anak-anak dianggap sebagai pemikir dan pencipta, yang mampu menghasilkan ide-ide baru dan mengekspresikan diri mereka melalui berbagai cara.

Pendekatan Reggio Emilia

Pendekatan Reggio Emilia menempatkan peran guru sebagai fasilitator atau mediator dalam pembelajaran. Bukan sebagai sumber pengetahuan yang menyalurkan informasi ke murid. Guru berfungsi untuk membantu anak-anak mengungkapkan ide-ide dan pemikiran mereka. Selain itu, untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan anak-anak untuk belajar secara alami dan mandiri.

Guru dalam pendekatan Reggio Emilia juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang memotivasi, membangkitkan rasa ingin tahu, dan memfasilitasi eksplorasi dan percobaan. Guru juga harus mampu mengamati anak-anak secara seksama dan memahami keunikan dan kemampuan masing-masing anak dalam memahami dan merespon lingkungan dan pengalaman belajar mereka.